Pemerintah Kota Madiun menggandeng PT Inka Multi Solusi Consulting (IMSC) untuk mendesain dan mengonsep kawasan wisata kuliner dalam kereta di Jalan Bogowonto.

Wali Kota Madiun, Maidi berharap konsep dapat segera direalisasikan, Jumat (13/5).

“Ada beberapa tambahan ya. Mulai lampu, gazebo enam kaki, dan lainnya. Ada banyak desain dan konsep yang kita bahas, tetapi saya minta fokus Bogowonto dulu,” kata wali kota.

Kawasan Bogowonto, kata wali kota, harus menarik. Kawasan tidak hanya kuliner dalam kereta. Namun, juga kawasan di sekitarnya. Karenanya, butuh konsultan desain.

Kawasan tersebut nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pendukung kawasan sekitarnya. Seperti diketahui, Jalan Bogowonto tidak jauh dari Alun-alun dan Pasar Kawak. Wali kota juga menyinggung kawasan itu untuk dilakukan sentuhan perbaikan.

“Kita optimalkan semua. Kemarin kita sudah menyambut tamu nasional saat lebaran. Kekurangannya apa kita evaluasi. Ke depan, kita akan menyambut tamu internasional, jelasnya sembari menyebut kawasan ditarget selesai Juli mendatang.

Dirut IMSC Zenij Supriyono menyebut desain yang dipresentasikan sudah melalui revisi berulangkali. Ia optimis desain sudah final.

Pihaknya mengaku sudah ada investor yang akan masuk terkait kawasan Bogowonto, sehingga dikerjakan lebih dulu.

“Kita hanya konsultan desain dan konsep. Untuk pengerjaan beda lagi. Kita juga mendesain untuk kawasan Embung Pilangbango, tetapi kelihatannya masih agak lama karena belum ada investornya,” ungkapnya.

IMSC memang mendesain sejumlah rencana pembangunan di Kota Madiun. Selain kawasan Bogowonto dan Embung Pilangbango, anak perusahaan INKA tersebut juga mengerjakan desain rencana rehab Tower PDAM, Pintu Masuk Rejo Agung, dan juga Pasar Sleko.

Sekedar diketahui, gerbong kereta kuliner sudah berada di Jalan Bogowonto sejak bulan kemarin. Kawasan tersebut makin dipercantik untuk menarik minat wisatawan datang.

Jaman dahulu, kereta api memang melintas di tengah kota Madiun. Melewati deretan pertokoan hingga ke Pasar Besar. Kini sudah tak ada lagi, namun tetap menjadi nostalgia bagi warga Kota Madiun, karena unik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.