Produk Pesantren Thariqul Jannah Kota Bekasi Laris di Ajang MotoGP Mandalika

Produk seprai dan handuk Pesantren Thariqul Jannah Kota Bekasi laris manis di ajang MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Thariqul Jannah menjadi salah satu dari pesantren juara yang mendapatkan bantuan Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar ikut berpameran di Mandalika.

Pesantren yang berlokasi di Jalan Horison Kota Bekasi memiliki lebih dari 100 orang santri yang terdiri dari duafa dan lansia produktif. Sejak tahun 2014, pesantren memiliki usaha pembuatan seprai dan handuk.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji mengemukakan, pameran produk UMKM, OPOP (One Pesantren One Product), dan Kreasi Jabar di Mandalika sangat strategis memperkenalkan produk UMKM Jabar ke pasar dunia.

“Event motor GP merupakan ajang internasional yang banyak dihadiri penonton dari dalam, maupun luar negeri,” kata Kusmana di sela kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Ponpes Pink03, Kabupaten Bekasi, Sabtu (16/4/2022).

“Untuk handuk dan kaus produk pesantren di hari kedua sudah ludes terjual. Kemudian produk Tumbler Bambu produksi MQ Art UMKM Juara juga laris manis. Bahkan perajin Bambu NTB memborong produk MQ Art,” ujarnya.

Penanggung Jawab Pesantren Thariqul Jannah Kota Bekasi Farid Ukbah mengaku sangat beruntung mendapatkan bantuan OPOP dari Pemda Provinsi Jabar. Tahun 2021 mereka menjadi juara dan mendapatkan bantuan Rp500 juta.

Dengan adanya bantuan dan pelatihan dari Dinas KUK Jabar tahun 2021, mampu membuat beberapa produk baru seperti bed cover.

Dana bantuan kemudian digunakan untuk membuat rumah produksi baru dan galeri produk.

Kini produksi pesantren meningkat hingga 40 persen. Omzet juga naik hingga 50 persen atau sekitar Rp 60 juta per bulan.

“Kami mulai produksi menambah produk bantal, guling dan piyama. Produk lain mungkin akan muncul karena kami juga memiliki pusat pelatihan bagi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Farid, dengan Pelatihan Manajemen melalui Program OPOP sangat membantu, dan dirinya memperoleh banyak ilmu baru terutama dalam mengelola perusahaan secara profesional, meski di lingkungan pesantren.

“Yang sangat dibutuhkan bagi pesantren adalah pelatihan. Sebab disana diberikan cara untuk mengurus izin, sertifikasi halal, hingga mengurus SNI. OPOP memberikan pencerahan,” katanya.

Dari pelatihan yang didapatnya, pesantren kini melek manajemen perusahaan, bahkan sudah bisa membuat laporan keuangan yang baik.

“Kami juga belajar penjualan online, meski tentu persaingan juga ketat,” ungkap Farid. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.