Berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir sempurna yakni 3,99, Sheinna Yendri dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari jenjang sarjana dalam Wisuda ke-125 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang digelar 26 – 27 Maret 2022.

Wisudawan ini berhasil merampungkan studi dalam tujuh semester dan langsung melanjutkan studi jenjang magister melalui program fast track.

Wisudawan dari Departemen Teknik Informatika ini menceritakan bahwa ia selalu menjajal kesempatan demi kesempatan yang ditemuinya.

Pada tahun pertama saja, banyak hal ditargetkannya melalui mata kuliah pemrograman komputer. Tak ayal, perencanaan dan target-target yang ingin dicapai pun ditatanya secara rapi.

Tak cukup menggali ilmu, Sheinna juga berupaya menerapkannya dalam berbagai bidang. Sejak duduk di bangku kuliah, ia selalu melibatkan diri dalam sejumlah lingkup profesional di komputasi.

Dalam skala departemen, ia pernah menjadi bidang asisten dosen dalam bidang Fundamental Programming dan Design and Analysis Algorithms pada 2019 hingga 2021.

Tak berhenti di situ, Sheinna kini sedang menggarap proyek sebagai quality assurance (QA) engineer di dua perusahaan besar ternama, yakni Garena dan TaniFund dalam kegiatan magangnya. Sheinna bercerita, proyek yang diembannya ini merupakan buah manis dari Sea Scholarship, beasiswa yang berfokus pada pengembangan jaringan internasional di Asia Tenggara dan Taiwan yang diraihnya.

Hasil terbaik berhasil ditorehkannya, apresiasi yang tak terbayangkan sebelumnya pun akhirnya bisa ia dapatkan. “Berkat performa dan program inilah, saya mendapat tawaran magang di perusahaan tersebut,” ungkap gadis kelahiran Surabaya, 13 November 2000 ini.

Menutup masa baktinya sebagai seorang sarjana, Sheinna pun membawakan tugas akhir (TA) dengan judul Desain dan Analisis Metode Dynamic Programming with Profile pada Persoalan Perhitungan Banyaknya Partisi Persegi Panjang Menjadi Dua Subdaerah: Studi Kasus E-Olymp 1478 Rectangle yang Berfokus pada Algoritma Pemrograman.

Tak hanya prestasi IPK yang nyaris sempurna, alumnus SMA Katolik St Louis 1 Surabaya ini juga berhasil melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister (S2) melalui program fast track yang ditawarkan oleh ITS semester lalu dengan perolehan IPK sementara sebesar 4,00 saat itu.

“Semua ini saya persembahkan dengan harapan tercapainya cita-cita saya sebagai pendidik generasi berikutnya,” tutur gadis yang mengikuti wisuda secara daring, Minggu (27/3).

Oleh karenanya, semua yang telah dilakukan oleh Sheinna ini telah tepat meletakkan fokusnya pada proses akademik yang ditapakinya. Ia menyebutkan, apabila seseorang selalu memberikan yang terbaik dalam prosesnya, perlahan prestasi dan jalan kesuksesan akan semakin terbuka lebar baginya.

“Jika hasilnya kurang sesuai dengan ekspektasi, setidaknya tidak akan datang penyesalan karena usahanya belum maksimal,” tegas putri tunggal dari pasangan Yendri Tanoni dan Ime Hutama ini.

Ketika ditanya kunci kegemilangannya, menurut Sheinna, untuk memulai suatu perjalanan panjang, hal utama yang perlu disiapkan adalah doa kepada Tuhan, niat, serta tekad yang matang.

Hal yang juga mesti dipastikan terlebih dahulu adalah niat yang tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain. “Dengan tekad yang matang inilah, kita bisa senantiasa menghargai target yang sudah kita rencanakan,” tandasnya berpesan.

Setelah tekad dan niat yang telah terpasang kuat, konsisten memberikan yang terbaik perlu untuk diupayakan. Sebab perjalanan hidup seorang manusia akan menjadi sejarah yang diteladani oleh generasi selanjutnya.

“Berpegangan pada prinsip yang kokoh inilah, saya berupaya untuk menjadi sosok yang rendah hati dan menebar kebermanfaatan bagi orang lain,” ungkap Sheinna mengakhiri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.