ITS dan KNKT Jajaki Kerjasama Keselamatan Transportasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah tidak diragukan lagi kontribusinya dalam inovasi di bidang transportasi baik darat, laut, maupun udara.

Sebut saja beberapa di antaranya GESITS, Beehive Drones, dan i-Boat yang tentunya dapat beroperasi setelah melalui uji keamanan yang ketat.

Melihat sepak terjang tersebut, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjajaki kolaborasi dengan ITS dalam rangka pengembangan transportasi di Indonesia, Kamis (24/3).

Bertempat di Gedung Rektorat ITS, pertemuan yang diadakan dengan format Focus Group Discussion (FGD) tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi ITS dan KNKT.

Tujuan diadakannya forum diskusi tersebut yakni membahas bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam pengembangan transportasi di Indonesia, khususnya peningkatan keamanan dan keselamatan transportasi.

Dalam kesempatan ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengapresiasi langkah KNKT untuk menggandeng institusi akademik sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas transportasi Indonesia, baik sarana prasarana, maupun standar keamanan transportasi.

“Kebetulan kita berpengalaman di bidang riset transportasi serta fasilitas penunjangnya,” imbuh rektor yang biasa dipanggil Ashari ini.

Sementara itu, Ketua KNKT Dr Ir Soerjanto Tjahjono mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada ITS karena masih bersedia untuk duduk bersama berdiskusi setelah sebelumnya dilaksanakan kegiatan serupa membahas keselamatan pelayaran, Januari lalu.

“Sebelumnya kami telah banyak menjajaki kerja sama dengan ITS, seperti penyediaan infrastruktur keamanan di bandara, serta kerja sama lain di bidang perkapalan,” tutur Soerjanto.

Mendukung pernyataan Soerjanto, Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Dr Eng Trika Pitana ST MSc menjelaskan bahwa pihaknya sendiri selama ini sangat intens berkomunikasi dengan KNKT. Hal tersebut mengingat FTK ITS adalah salah satu pionir dalam hal pengembangan ilmu kelautan dan perkapalan di Indonesia.

“FTK bersama KNKT sering melakukan penelitian bersama dalam industri perkapalan,” ungkapnya.

Terkait dengan riset dan inovasi, lanjutnya, ITS sebenarnya sudah memiliki kawasan terpadu Science Techno Park (STP) yang memiliki akses langsung ke industri. Melalui pendekatan STP, maka ITS dapat mengembangkan teknologi-teknologi terbaru terkait keselamatan transportasi.

Menurut Trika, ITS memiliki tenaga ahli yang sekiranya diperlukan untuk membuat standarisasi dan aturan kebijakan terkait dengan pengadaan serta operasional sarana prasarana transportasi.

Oleh sebab itu, ITS ke depannya bersedia melakukan diskusi-diskusi serupa sebagai bahan masukan untuk KNKT. Sehingga, diharapkan ITS bisa mendukung apa yang telah dilakukan KNKT serta instansi lain yang berhubungan dengan transportasi.

“Saya senang karena ini merupakan bentuk kontribusi kami kepada negara melalui KNKT,” ujar dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Di akhir, Soerjanto berharap lebih banyak perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam penelitian terkait keamanan serta keselamatan transportasi sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Dirinya mengatakan, pendekatan saintifik dari sisi akademisi sangat diperlukan dalam proses pengembangan kualitas transportasi tanah air. Sehingga, lanjutnya, peristiwa-peristiwa kecelakaan transportasi dapat ditekan seminimal mungkin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.