Banyaknya kucing yang jatuh sakit dan kelaparan selama pandemi di lingkungan kampus mendorong sejumlah mahasiswa Unair mendirikan komunitas Unair Peduli Hewan (UAPH).

Alyssa Chiara Handini Tandy, Yoana, Dewi Karina Purnomo, Yan Cerin Satmoko. Keempatnya mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan FEB Unair angkatan 2019 yang menginisiasi komunitas tersebut.

Alyssa selaku founder menceritakan dulu di tangga FEB Unair ada kucing coklat yang suka nongkrong, namanya Ciko. Banyak yang sayang kepadanya, karena selalu anteng tidur.

“Sejak pandemi kami merasa kehilangan Ciko, lebih dari itu, kami juga kasian sama para kucing lainnya karena kondisi kampus sepi, jadi tidak ada yang memberi makan,” jelasnya.

Hal itulah yang mendasari lahirnya komunitas UAPH, lanjut Alyssa, sifatnya independen dan tidak masuk dalam naungan organisasi kampus.

UAPH beranggotakan mahasiswa dari berbagai macam latar belakang disiplin ilmu di Unair yang memiliki kepedulian terhadap hewan.

Pihaknya melakukan street feeding atau memberikan makan kepada hewan liar jalanan di sekitar Unair, curing (membawa hewan yang sakit ke dokter hewan dan trap neuter & return (sterilisasi hewan untuk menekan populasi).

Alyssa menyampaikan sementara ini UAPH berfokus pada kucing. Akan tetapi, ketika menemukan hewan liar lain yang memerlukan bantuan juga tidak menutup kemungkinan akan membantunya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan rasa bahagianya bisa membantu hingga mengantarkan para kucing ke klinik. Berkaitan dengan itu, Alyssa pun membagikan kisahnya merawat satu kucing yang meninggal di klinik.

“Kucingnya namanya Mami, usianya sudah 10 tahun lebih, sakit rabies seluruh badan. Kami berupaya mengobati tetapi meninggal. At least kita udah nyoba ngerawat sepenuh hati dan Mami dapat penanganan terbaik, meninggal pun di klinik yang baik, jadi itu ya berkesan dan bikin lega,” ucap mahasiswa FEB itu.

Dalam hal ini, pihaknya berharap semakin banyak orang yang mempedulikan kesejahteraan hewan. Sebab bagaimanapun hewan termasuk makhluk hidup yang perlu dijaga dan dirawat.

“Kedepannya tidak ada lagi animal abuse, harapannya juga semakin banyak mahasiswa Uniar yang menggalakkan gerakan #BotolPakanDiTas yakni menyediakan satu botol berisi pakan hewan di tas sehingga bisa street feeding setiap saat,” katanya.

Bagi yang berkenan untuk berdonasi bisa langsung saja menghubungi akun instagram @unairpedulihewan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.