Kolaborasi Pemkot Surabaya dan HIPMI Buat UMKM Naik Kelas

Wali Kota Eri Cahyadi menyambut baik sejumlah gagasan yang disampaikan HIPMI Surabaya. Eri menyatakan, Pemerintah Kota Surabaya siap mendukung penuh kegiatan yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

“Silahkan munculkan kegiatan apa, sehingga itu bisa membuat pengangguran di Surabaya berkurang dan UMKM naik kelas. Kita siap support,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di sela kegiatan audiensi.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, bahwa di masa kepemimpinannya, pihaknya tak ingin bekerja hanya berdasarkan teori saja. Ia berharap, kegiatan yang digagas itu nanti mampu menunjukan hasil nyata dan bermanfaat bagi pelaku UMKM, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Misal kegiatan yang bisa menarik pekerja sekian, terus hasilnya nanti seperti ini. Nah, kita berharap HIPMI yang diisi anak-anak muda ini bisa membuat lapangan kerja, sehingga pengangguran jadi berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya, Muhammad Luthfy mengungkapkan, ada beberapa program yang dibahas dalam audiensi bersama Wali Kota Eri Cahyadi.

“Di antara sejumlah program itu, salah satunya adalah mengenai pengembangan untuk para UMKM,” kata Luthfy ditemui seusai audiensi.

Di samping itu, Luthfy menyebut, ada pula rencana kegiatan yang bakal diadakan HIPMI dengan mengundang investor Nasional untuk datang ke Kota Surabaya. Agenda ini rencananya diadakan bulan Mei 2022 atau saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Surabaya.

“Jadi kami akan mengundang beberapa UMKM untuk dimentoring. Terus kita undang investor untuk menginvestasikan, mengambil para UMKM ini menjadikan bukan hanya skala kota, tapi skala nasional. Insya Allah kita juga undang beberapa menteri,” kata dia.

Luthfy menyatakan, pihaknya siap mensupport pemkot untuk melakukan kurasi produk-produk UMKM Surabaya agar layak dijual. Sehingga, produk UMKM nantinya tak hanya dijual di Kota Pahlawan, tapi juga di rest area menuju Surabaya.

“Jadi bisa menjadi bagian dari oleh-oleh Surabaya, kita arahkan ke sana dan kita kurasi. Kalau yang produk kelasnya unggulan, kita kategorikan UMKM kelas A. Nah, kalau produk UMKM kelas B, itu kita akan upgrade ke kelas A,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.