Creaticity Mainan Balok Multiplayer Inovasi Mahasiswa Universitas Dinamika

Mahasiswa S1 Desain Produk Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya), Rizka Aulia Khoirunnisa membuat mainan balok multiplayer yang diberi nama Creaticity untuk anak usia dini, 3-6 tahun. Mainan bertujuan mengasah sensor motorik halus sesuai perkembangan psikologis anak.

Rizka mengatakan pembuatan mainan Creaticity berdasarkan pengamatan di sekolah Preschool Montessori, yang menggabungkan anak didik dari berbagai usia dalam satu kelas.

Ia mengamati kelas dan mewawancarai beberapa guru. Mereka menyampaikan bahwa motorik halus setiap anak berbeda. Misalnya, anak A bisa memegang benda dengan benar, namun anak lainnya belum. dan lain sebagainya.

Menurut mahasiswa asal Surabaya angkatan 2018 ini, kondisi tersebut karena menyesuaikan perkembangan psikologis anak usia preschool yakni 3-6 tahun yakni mulai banyak kegiatan interaksi sosial.

Ia pun membuat mainan balok multiplayer dengan fungsi yang bisa menyesuaikan kemampuan motorik halus anak usia preschool dan menambah interaksi antar anak sesuai perkembangan psikologisnya.

Jadilah mainan balok yang bisa digunakan seperti papan tulis. Anak-anak dilatih motorik halusnya tidak hanya lewat menyusun balok tapi juga belajar memegang alat tulis dengan benar melalui aktivitas menggambar dan mencoret sesuai dengan keinginannya, misalnya membuat jendela, jalan dan lainnya.

Semua aktifitas bisa dimainkan beberapa anak sekaligus menggunakan panah berputar yang sudah disediakan Jadi disamping melatih motorik halus, kreativitasnya berkembang, kemampuan interaksi sosialnya juga terasah, ujarnya.

Mainan balok Creaticity yang dibuat selama kurang lebih satu bulan ini memiliki beberapa komponen yang meliputi balok dengan bentuk elemen perkotaan seperti gedung, rumah, pohon. Dilengkapi dengan spidol boardmarker dan penghapusnya untuk menunjang aktivitas saat bermain balok tersebut.

Ia juga menjelaskan pemilihan tema perkotaan dipilih menurut observasi pada siswa Albata Islamic Montessori Preschool Surabaya.

Berdasarkan experience anak terkait hal di sekitarnya (dalam hal ini tontonan), didapatkan tema yang sesuai adalah perkotaan.

Rizka mengatakan pengembangan mainan balok ini juga berdasarkan pengamatan pada perancangan mainan serupa yakni mainan montessori bertema hewan dan mainan balok yang berbahan tekstil.

“Dengan tema perkotaan ini anak-anak dapat lebih tertarik untuk bermain balok dan materialnya yang seperti papan tulis membuat cara bermainnya atau penggunaannya bisa lebih fleksibel,”
kata Rizka, (31/01/22).

Budget untuk membuat Creaticity menghabiskan Rp 1.900.000 namun jika pembuatan massal diperkirakan biaya bisa ditekan dan harga jual hingga Rp 500 ribu.

Harapannya inovasinya bisa menarik minat perusahaan untuk memproduksinya secara massal, agar Creaticity bisa dimanfaatkan oleh anak-anak Indonesia dalam meningkatkan kreativitas, interaksi sosial dan motorik halusnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.