Yayasan Sosial Bhakti Moral Jiyuan Shanshe Dejiaohui Gelar Baksos Bantuan 100 Kaki Palsu untuk Disabilitas Pra Sejahtera

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2022 dan Tahun Baru Imlek 2573, Yayasan Sosial Bhakti Moral Jiyuan Shanshe Dejiaohui 印尼泗水德教会济缘善社 menggelar baksos pemberian 100 kaki palsu untuk disabilitas pra sejahtera.

Acara digelar di Gedung Yayasan Sosial Bhakti Moral, Jalan Mayjend Sungkono Kompleks Darmopark 2 Blok 6 nomor 20 Surabaya, mulai pukul 9 pagi hingga selesai, pada Sabtu Minggu, 22 – 23 Januari 2022.

Eddy Bun Ketua Panitia menjelaskan bahwa sebelumnya para tuna daksa penerima bantuan kaki palsu telah melakukan pengukuran kaki pada hari Sabtu dan Minggu, 18-19 Desember 2021. Setelah kaki palsu dibuat selama sebulan, pemasangan dilakukan pada Sabtu Minggu, 22 – 23 Januari 2022.

“Peserta tuna daksa adalah warga Jatim dan ada beberapa dari Ambon dan Sumatera. Kami berharap dengan pemberian kaki palsu, mereka bisa beraktivitas kembali dan semangat,” ujar Eddy Bun yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur.

M. Syaid Khan dari Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta mengatakan pembuatan kaki palsu berlangsung selama 1 bulan. Dalam sehari pihaknya mampu memproduksi 20 kaki palsu dari bahan impor berkualitas dan tahan lama.

Yayasan Peduli Tuna Daksa berdiri sejak 2008 dan telah menangani 18 ribu orang di seluruh wilayah tanah air. “Kali ini bekerjasama dengan Yayasan Sosial Bhakti Moral dalam baksos pemberian kaki palsu untuk disabilitas pra sejahtera,” jelas M. Syaid Khan di sela acara.

Sugianto (55 th) asal Ponorogo penerima bantuan kaki palsu menceritakan awalnya saat bekerja, kakinya tertancap paku dan telah dioperasi 5 kali namun tak kunjung sembuh hingga diamputasi. Sugianto mengaku baru pertama kali memakai kaki palsu pemberi Yayasan Sosial Bhakti Moral.

“Saya sangat senang mendapat kaki palsu bisa bekerja rileks dan lebih baik lagi,” ujar Sugianto yang mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Sosial Bhakti Moral.

Ahmad Basar (63th) juga mengucapkan terima kasih karena mendapatkan kaki palsu. Ahmad Basar mengalami kecelakaan jatuh dari kereta api pada usia 4 tahun pada tahun 1972. Warga Surabaya ini mengaku sebelumnya telah memiliki kaki palsu tapi sudah rusak.

Saiful Arif (45th) mengalami kecelakaan dan kakinya harus diamputasi. Saat mencoba kaki palsu, Saiful Arif mengaku senang karena nyaman digunakan untuk berjalan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Sosial Bhakti Moral dan Yayasan Peduli Tuna Daksa,” ujarnya. (Aira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.