Maspion Group Serahkan 50 Ribu Masker ke PWNU Jatim Putus Mata Rantai Covid-19

Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan yang mengkhawatirkan, membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewajibkan semua warga Madura yang masuk ke Surabaya mengikuti Rapid Test. Cak Eri panggilan akrab Wali Kota Surabaya telah berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan untuk menekan laju kasus Covid-19.

Eri mengatakan Surabaya dan Bangkalan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, saling mendukung agar kasus Covid-19 tidak naik. Sehingga dilakukan penyekatan di Jembatan Suramadu. Sejak 6 Juni 2021, Satgas Covid-19 Surabaya menerapkan screening di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Hingga (8/6) sebanyak 7049 orang sudah dilakukan swab antigen dengan hasil 114 reaktif. Dari hasil itu dilakukan swab PCR, didapatkan hasil 53 positif dan 11 belum keluar hasil. Sedangkan hasil penyekatan di penyeberangan dermaga ujung, sudah dilakukan 1.100 swab antigen. Saat dilakukan tes lanjutan, didapatkan hasil 4 orang dinyatakan positif.

Melihat kondisi tersebut, CEO Maspion Group Alim Markus bersama Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, menyerahkan bantuan 50 ribu masker medis untuk Kabupaten Bangkalan, melalui PWNU Jawa Timur.

Bantuan diserahkan langsung Alim Markus didampingi Liem Ou Yen serta diterima langsung Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar, di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Rabu (9/6/2021).

Alim Markus menyampaikan sebagai warga Surabaya, ia cukup prihatin dengan kenaikan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Menurutnya Bangkalan sangat dekat dengan Surabaya yang dihubungkan dengan Jembatan Suramadu.

“Tentunya, kami tidak ingin hal ini terjadi di Surabaya. Karena itu, kami berinisiatif memberikan donasi masker bagi warga Bangkalan, agar tetap taat protokol kesehatan,” harapnya.

Supaya lebih efektif dan tepat sasaran, donasi masker disalurkan melalui NU yang banyak Kiai. Dimana masyarakat Madura sangat patuh kepada para Kiai. “Jika warga taat protokol kesehatan dengan memakai masker. Maka penyebaran Covid-19 yang lebih luas bisa dicegah. Jadi Jawa Timur bisa Bangkit dan Indonesia bisa Maju,” pungkasnya.

KH Marzuqi Mustamar mengapresiasi langkah yang dilakukan Maspion Group dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya. Beliau mengatakan pemberian masker bermanfaat bagi warga Bangkalan dan sekitarnya.

“Jadi warga yang OTG, dengan bermasker tidak akan menulari yang lain. Sementara yang sehat pun aman, dan tidak tertular Covid-19. Jadi penyebaran lebih luas bisa dicegah dan tidak sampai ke Surabaya,” terangnya.

Lebih lanjut KH Marzuqi Mustamar mengatakan Surabaya adalah pusatnya Jawa Timur. “Orang dari Banyuwangi, Jombang, Madiun, Pacitan, Malang, Pasuruan dan lain sebagainya, banyak yang ke Surabaya. Jika sampai terjadi Surabaya seperti Bangkalan. Maka dalam waktu singkat akan menyebar ke seluruh Jawa Timur. Dan ini sangat bahaya,” tegasnya.

KH Marzuqi Mustamar menyatakan akan bekerjasama dengan Satgas Covid-19 Bangkalan dalam pendistribusian masker.

“Utamanya, akan kami distribusikan ke Kabupaten Bangkalan. Jika ada lebihnya, baru kita berikan ke daerah lain yang juga membutuhkan. Kami berharap, warga Jawa Timur taat protokol kesehatan,” jelasnya.

KH Marzuqi Mustamar meminta masyarakat mengikti anjuran pemerintah terkait 5T. Sehingga penyebaran Covid-19 bisa dicegah. “Semoga Surabaya Selamat, Jawa Timur Selamat dan Indonesia Selamat,” doa Ketua PWNU Jawa Timur menutup pertemuan baksos. (Aira)

About the Author

Berita7.Online
Independen Terpercaya

Be the first to comment on "Maspion Group Serahkan 50 Ribu Masker ke PWNU Jatim Putus Mata Rantai Covid-19"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Translate ยป