Kisah Kuntoro Tanoto Wisudawan ITS Segudang Prestasi Asal Medan

Salah satu wisudawan membanggakan dari gelaran Wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ke-123 hari kedua, Minggu (11/4), adalah Kuntoro Tanoto dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK).

Sederet penghargaan juara yang telah diraih selama masa perkuliahan menghantarkannya menjadi wisudawan berpredikat Cum Laude dengan segudang prestasi terbaik.

Sebanyak total 14 penghargaan berhasil dibawa pulang Kuntoro Tanoto selama berkuliah. Perjalanan bermula Kuntoro tertarik ilmu teknik sipil yang sudah menjadi sasarannya sejak duduk di bangku SMA. Ia mengungkapkan program studi (prodi) teknik sipil salah satu potensi yang memiliki prospek besar ke depannya.

“Melihat pembangunan Indonesia yang terus berkembang, dan lebih yakin untuk belajar ilmu teknik di institut dibandingkan universitas, jadinya saya lebih tertarik untuk masuk dan memilih Departemen Teknik Sipil di ITS,” ungkapnya.

Awal menjadi mahasiswa ITS, ia termotivasi pembicara yang saat itu memberikan insight mengenai kompetisi berbasis teknik sipil. Kuntoro mempunyai pandangan menjadi orang yang memiliki nilai lebih dibandingkan civil engineer lainnya.

Pemuda yang akrab disapa Kun mengatakan mulai mencoba mengikuti lomba bersama rekan-rekanya beberapa kali. Walaupun gagal di percobaan pertama, Kuntoro dan tim tetap mantap berlaga lagi pada percobaan kedua yang berhasil menjadi Runner Up pada ajang Young Civil Engineer – Innovation Festival (YCE-INOFEST) di Universitas Negeri Jember.

“Di sisi lain, kami belum cukup merasa puas dengan hasil yang kami capai saat itu, karena masih belum bisa meraih juara pertama, setelah mencoba lagi hingga mendapat juara 1, kami malah ketagihan untuk mengikuti lomba lainnya,” ungkap mahasiswa angkatan 2017 ini.

Pada setiap kompetisi yang diikuti, Kun bersama timnya seringkali mengajukan karya berupa beton inovasi dengan menggunakan limbah kulit kerang, dengan kombinasi abu terbang (fly ash), abu sekam, sebagai pengganti semen maupun tidak dengan kombinasi.

“Namun jika dibandingkan inovasi beton yang lain, ciri khas yang kami buat masih menggunakan beberapa persen semen, ini pun tergantung pada hasil percobaan kombinasi yang digunakan,” ulasnya.

Wisudawan yang tertarik akan ilmu analisa struktur bangunan dan jembatan ini terus terpacu untuk mengadu karyanya. Ia melihat peluang yang bertebaran, relasi semakin luas, pengalaman, serta fasilitas yang sudah tersedia di ITS.

“Sesekali juga pernah kewalahan dalam membagi waktu kuliah dengan lomba, sampai mengakibatkan nilai yang cukup turun di semester 2,” curah Kun.

“Bahkan di rentang waktu tersebut, ada satu minggu di mana kami mendapat tiga kali juara pertama di tiga kota berbeda, ditambah nilai semester itu bagus, jadi masa itu cukup memuaskan untuk saya,” ucap bungsu dari dua bersaudara ini.

Baginya, pencapaian yang telah diraih selama menjadi mahasiswa di ITS sudah cukup memuaskan.

Beberapa kontribusi yang sudah diberikan di antaranya menjadi Staf Hubungan Luar UKM EXPO ITS 2018, wakil ketua Tim Pembina Kerohanian Buddha (TPKB) ITS 2019, dan Staf Ahli Citra Himpunan Mahasiswa Sipil, (HMS) ITS 2020.

Kuntoro mengaku senang bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Pasalnya, ia dapat bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah yang sangat luar biasa, begitu juga dengan dosen dan tenaga didik di ITS yang sangat welcome dan ramah kepada mahasiswanya.

“Itu merupakan hal yang patut saya syukuri selama ini dan merasa sangat terbantu selama berkuliah di kampus perjuangan,” tandas pemuda asal Medan ini. (RA)

About the Author

Berita7.Online
Independen Terpercaya

Be the first to comment on "Kisah Kuntoro Tanoto Wisudawan ITS Segudang Prestasi Asal Medan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Translate »