Tim Abdimas ITS Survey Lokasi Wisata Herbal Berbasis Teknologi Kota Batu Siap Dikembangkan

Kota Batu, selama dua hari 21-22 Juni 2020 lalu, Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) ITS melakukan survey lokasi rencana pengembangan pusat wisata herbal Kota Batu.

Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, MEng, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri ITS, menjelaskan dipilihnya Kota Batu karena pemerintah setempat memiliki perhatian serius untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam pengembangan wisata herbal di mata dunia.

“Sudah saatnya, Indonesia menjadi pusat wisata herbal, seperti di China, Vietnam dan Korea”, ungkapnya.

Menurut Arman, Kampus ITS dan Pemkot Batu memiliki visi yang sama untuk mengembangkan wisata herbal. “Terlebih, hari ini, masalah pandemi Covid-19 perlu perhatian semua pihak. Pemerintah dan ITS peduli pencegahan dan turut menjaga kesehatan masyarakat”, jelasnya.

Dewanti Rumpoko, M.Si. Wali Kota Batu menyambut baik dan antusias saat tim Abdimas ITS Surabaya melakukan survey langsung, setelah sebelumnya melakukan Zoom meeting. “Selaku Wali Kota Batu, saya sangat senang dan menyambut rencana program ini agar segera terlaksana dengan baik dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Batu”, ungkapnya.

Wisata herbal di Kota Batu akan menjadi daya tarik selain wisata yang sudah ada. Bahkan menjadi alternatif baru, khususnya wisata bidang kesehatan berbasis lokal khas Nusantara, imbuh Wali Kota Dewanti.

Dr. Arfan Fahmi dan Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati dari tim survey ITS menjelaskan Kota Batu memiliki sejumlah keunikan tersendiri.

“Keunikan wilayah eduherbal Batu yang akan dirancang dan dibangun segera terletak pada integrasi antara pendidikan, kesehatan, wisata, bisnis dan riset yang berbasis herbal dari hulu, pembudidayaan tanaman, sampai hilir, branding dan pemasarannya”, jelasnya.

Pengembangan Teknologi Pengolahan Produk Herbal Ramah Lingkungan di Kota Batu bisa dilakukan sebagai usaha peningkatan potensi daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan pembuatan produk herbal, imbuhnya.

Sementara itu, tim survey lainnya yang dipimpin Ema Umilia MT, Gogor A Handiwibowo, MT dan Dr. Choirul Mahfud turut memberikan perhatian pada aspek desain dan pencitraan. Menurutnya, Konsep pengembangan kawasan Eduwisata berbasis herbal di Kota Batu perlu dirancang dengan cermat dan terintegrasi.

“Melalui penataan zona-zona pengembangan yang memperhatikan prinsip keserasian dan keberlanjutan lingkungan diharapkan kehadiran kawasan multiplier effect bagi pengembangan wilayah di sekitarnya”, jelas Ema Umilia.

Image kawasan Eduwisata Herbal Kota Batu akan diwakili dengan terbentuknya landmark atau ‘tetenger’ pada lokasi. Elemen ini dirancang dengan memperhatikan kearifan lokal yang dapat dijadikan magnet kawasan menarik dan memberikan kesan mendalam bagi wisatawan, jelas Choirul Mahfud.

Hertiari Idajati MSc, Arief Budiono, MM dan Dr. Nurul Jadid, M.Sc, tim survey ITS menambahkan kawasan eduwisata herbal dikembangkan di Kota Batu melalui penentuan daya dukung dan daya tampung kawasan.

“Untuk mengoptimalkan keistimewaan alami dan buatan serta meminimalisir kerusakan sumber daya alam dan lingkungannya dengan memperhatikan prinsip pengelolaan berkelanjutan”, ungkapnya.

Teknologi budidaya tanaman yang akan dikembangkan di kawasan Eduwisata Herbal ini berbasis Integrated Organic Farming yang bersumber pada kearifan lokal Kota Batu.

“Hal ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Batu sebagai kawasan agropolitan modern di Jawa Timur. Bahkan, kawasan eduwisata herbal juga akan melengkapi koleksi jenis wisata di Batu, sehingga akan meleverage perekonomian masyarakat sekitar lokasi di Indonesia”, imbuhnya.

Editor: Riva

About the Author

Berita7.Online
Independen Terpercaya

Be the first to comment on "Tim Abdimas ITS Survey Lokasi Wisata Herbal Berbasis Teknologi Kota Batu Siap Dikembangkan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Translate »